-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

  • Jelajahi

    Copyright © Sagara Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    SPPG di Sukabumi Minim Serap Produk Lokal, Kemana Arah Anggaran Belanja Pangan?

    Selasa, 14 Juli 2026, Juli 14, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T09:36:55Z


    SUKABUMI – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program makan bergizi seharusnya tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM lokal.


    Namun, sejumlah pelaku usaha dan pemasok di Sukabumi mengaku masih sulit menembus rantai pasok kebutuhan pangan SPPG. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana produk lokal dilibatkan dalam pengadaan bahan baku untuk program tersebut.


    Padahal, Sukabumi dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian dan peternakan yang besar, mulai dari beras, sayuran, telur, daging ayam, hingga berbagai komoditas hortikultura lainnya. Jika sebagian besar kebutuhan justru berasal dari luar daerah, maka peluang ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati petani dan pelaku usaha lokal berpotensi hilang.


    "Kalau memang kualitas dan kapasitas produksi lokal memenuhi kebutuhan, mengapa penyerapan dari daerah sendiri masih minim?" menjadi pertanyaan yang mulai muncul dari sejumlah pelaku usaha di Sukabumi.


    Selain aspek ekonomi, penggunaan pemasok lokal dinilai dapat memperpendek jalur distribusi, menjaga kesegaran bahan pangan, sekaligus menekan biaya logistik. Karena itu, transparansi mengenai mekanisme pemilihan pemasok dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi adanya ketimpangan akses bagi pelaku usaha lokal.


    Beberapa hal yang menjadi perhatian publik antara lain:

    • Apakah pelaku usaha lokal telah mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi pemasok?
    • Bagaimana mekanisme seleksi dan penunjukan pemasok bahan pangan bagi SPPG?
    • Apakah terdapat standar tertentu yang belum mampu dipenuhi oleh pemasok lokal?
    • Seberapa besar persentase bahan pangan yang berasal dari Sukabumi dibandingkan dari luar daerah?

    Pengelola SPPG, pemerintah daerah, serta pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pola pengadaan dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Transparansi tersebut dinilai penting agar program pemenuhan gizi tidak hanya sukses dari sisi pelayanan, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Sukabumi.


    Hingga berita ini disusun, diperlukan keterangan resmi dari pengelola SPPG maupun instansi terkait untuk memberikan gambaran utuh mengenai kondisi sebenarnya di lapangan dan memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kesehatan

    +