-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

  • Jelajahi

    Copyright © Sagara Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Flyer Aksi "Selamatkan MUI Kabupaten Sukabumi" Ramai Beredar di Medsos, JAN Siap Turun ke Jalan

    Rabu, 15 Juli 2026, Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T17:25:26Z

     


    SAGARAUPDATE – Sebuah flyer ajakan aksi damai bertajuk "Selamatkan MUI Kabupaten Sukabumi" ramai beredar di berbagai platform media sosial. Dalam flyer tersebut, Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengajak masyarakat untuk ikut mengawal transparansi pengelolaan dana hibah di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.


    Flyer bernuansa hitam, merah, dan hijau itu menampilkan gambar Kantor MUI Kabupaten Sukabumi dengan sejumlah tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi. Di antaranya, mendesak pengusutan tuntas dugaan penyimpangan dana hibah, meminta investigasi secara terbuka, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.


    Salah satu pesan yang paling menonjol dalam flyer tersebut berbunyi, "Uang Negara Tak Boleh Dijadikan Bancakan!". Selain itu, terdapat ajakan untuk menjaga marwah MUI dan kepercayaan umat melalui tata kelola yang bersih.


    Perwakilan Jaringan Aktivis Nusantara, Arif, membenarkan, flyer tersebut merupakan materi sosialisasi menjelang aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026).


    "Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai pada Senin, 20 Juli 2026. Tujuan kami bukan menyerang lembaga MUI, melainkan mendorong adanya keterbukaan terhadap pengelolaan dana hibah yang menggunakan uang negara sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," ujar Arif.


    Menurutnya, JAN membawa tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut. Pertama, meminta transparansi penuh terhadap pengelolaan dana hibah MUI Kabupaten Sukabumi. Kedua, mendesak dilakukan audit investigatif apabila ditemukan dugaan penyimpangan. Ketiga, meminta penghentian praktik yang dinilai menyalahgunakan dana publik apabila terbukti terjadi pelanggaran.


    Arif menegaskan, pihaknya berpandangan bahwa setiap dana yang berasal dari APBD merupakan uang rakyat sehingga penggunaannya harus terbuka dan dapat diawasi publik.


    "Kami ingin memastikan pengelolaan dana hibah dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Bila memang semuanya telah sesuai, tentu keterbukaan akan menjadi jawaban terbaik untuk menghilangkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat," katanya.


    Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya aksi secara tertib dan damai serta tetap menghormati proses hukum dan mekanisme yang berlaku.


    "Aksi ini adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal akuntabilitas. Kami berharap semua pihak dapat menyikapinya secara bijaksana demi menjaga marwah lembaga keagamaan dan kepercayaan publik," ucap Arif


    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari MUI Kabupaten Sukabumi terkait flyer yang beredar maupun rencana aksi yang akan dilakukan Jaringan Aktivis Nusantara. Media masih berupaya menghubungi pihak MUI untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini