-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

  • Jelajahi

    Copyright © Sagara Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Implementasi IKAN di Sukabumi Dinilai Lamban, POPDIKSI: Narkoba Tak Menunggu Birokrasi

    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T10:26:40Z

     


    SAGARAUPDATE – Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang diluncurkan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dinilai belum diimplementasikan secara optimal di Kabupaten Sukabumi maupun Kota Sukabumi.


    Ketua Perkumpulan Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI), Ujang Suherman, S.Pd., menyampaikan keprihatinannya saat ditemui di Sekretariat POPDIKSI, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/8/2026).


    Menurut Ujang, percepatan implementasi IKAN penting dilakukan mengingat ancaman penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang telah menyentuh lingkungan pelajar. Bahkan, persoalan tersebut juga pernah menyeret oknum tenaga pendidik.


    “IKAN jangan berhenti pada launching. Narkoba bergerak cepat, sementara implementasinya jangan sampai lambat. Pemerintah harus segera menerapkannya secara nyata di sekolah,” tegas Ujang.


    Ia menilai sejumlah kasus pelajar di Sukabumi yang terindikasi menggunakan narkoba maupun obat-obatan terlarang dalam rangkaian kericuhan aksi unjuk rasa pada 2025 menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.


    Selain itu, sebelumnya terdapat kasus seorang guru olahraga yang juga berstatus ASN di Kota Sukabumi yang ditangkap dalam perkara peredaran sabu.


    Bagi Ujang, berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penyuluhan sesekali. Pendidikan antinarkoba, menurutnya, perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan.


    Selain meminta percepatan implementasi IKAN, POPDIKSI juga mendorong pemerintah menyediakan buku panduan pendidikan antinarkoba yang telah melalui proses penilaian kementerian melalui PUSBUKKUR.


    Buku tersebut dinilai penting sebagai bahan pendamping bagi guru maupun orang tua dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya narkoba.


    “Guru dan orang tua membutuhkan panduan yang jelas dan terstandar. Jangan sekolah dibiarkan mencari bahan sendiri yang belum tentu sesuai. Kalau IKAN serius dijalankan, perangkat pendukungnya juga harus disiapkan,” kata Ujang.


    Menurutnya, materi pendidikan antinarkoba harus mampu memperkuat pemahaman siswa, guru, dan orang tua mengenai bahaya narkoba, upaya pencegahan, pengenalan terhadap berbagai risiko, hingga langkah penanganan awal ketika menemukan indikasi penyalahgunaan.


    Ujang juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi segera menerjemahkan program IKAN ke dalam program sekolah yang terukur dan berkelanjutan.


    Ia menekankan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan, mulai dari sekolah, guru, peserta didik hingga orang tua.


    “Jangan tunggu pelajar semakin banyak menjadi korban baru bergerak. Narkoba tidak menunggu birokrasi. Pemerintah juga jangan menunggu,” pungkasnya.


    (Aris Gunawan)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini