-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

Iklan

Techonlogy

Aset Wisata Tertua Kota Sukabumi Terabaikan, Air Panas Cikundul Kian Ditinggalkan

Minggu, 28 Desember 2025, Desember 28, 2025 WIB Last Updated 2025-12-28T09:15:29Z
Potret Kawasan Wisata Air Panas Cikundul Sepi Pengunjung dan UMKM Terpukul serta tak kunjung Renovasi


SAGARAUPDATE | KOTA SUKABUMI – Kondisi Wisata Pemandian Air Panas Cikundul, salah satu destinasi wisata tertua milik Pemerintah Kota Sukabumi, kian memprihatinkan. Bertahun-tahun tanpa pembenahan berarti, objek wisata ini mengalami penurunan jumlah pengunjung hingga 50 persen, di tengah isu wacana pelelangan aset, yang mencerminkan abainya pemerintah dalam mengelola dan merawat aset wisata daerah.


Ironisnya, di saat kawasan ini dibiarkan berjalan apa adanya, fasilitas wisata swasta yang berada tepat di seberang lokasi justru berkembang pesat, menawarkan kenyamanan dan layanan yang lebih modern. Kondisi tersebut membuat wisata air panas milik pemerintah ini semakin kalah bersaing.


Meski kunjungan menurun drastis, harga tiket masuk Pemandian Air Panas Cikundul justru naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per orang. Namun, kenaikan tarif tersebut tidak dibarengi peningkatan fasilitas.


Hingga kini, pengunjung hanya disuguhi:

  • kolam air panas
  • kolam air dingin
  • Beberapa kamar private dan VVIP

Minimnya fasilitas tambahan membuat harapan wisatawan terhadap peningkatan kenyamanan dan daya tarik kawasan ini terus berujung kekecewaan.


Pengelola Wisata Air Panas Cikundul, Hilda, mengakui sering kewalahan menghadapi keluhan pengunjung, terutama saat terjadi kendala teknis pada kolam.


“Ketika kolam air dingin bermasalah, pengunjung banyak yang protes dan meminta pengembalian tiket. Kami jadi serba sulit,” ujar Hilda kepada SagaraUpdate.


Untuk meminimalkan konflik, pihak pengelola kerap meminta calon pengunjung melihat kondisi area wisata terlebih dahulu sebelum membeli tiket.


Disisi lain, Sepinya pengunjung tak hanya berdampak pada pengelola wisata, tetapi juga pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut. Sejumlah pedagang mengaku pendapatan mereka menurun drastis seiring berkurangnya jumlah wisatawan.


Sebagai aset resmi milik pemerintah daerah dan kawasan wisata air panas tertua di Kota Sukabumi, kondisi Pemandian Air Panas Cikundul dinilai mencerminkan lemahnya perhatian dan komitmen pemerintah dalam pengelolaan wisata publik.


Tanpa revitalisasi dan inovasi, kawasan ini harus kalah oleh pengelolaan swasta yang lebih agresif dan profesional.


Harapan agar Pemandian Air Panas Cikundul kembali dibenahi juga datang dari warga Kota Sukabumi. Sabil (26), salah seorang pengunjung yang mengaku hampir setiap tahun datang ke lokasi tersebut, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan serius.


“Saya dari dulu sering ke sini tiap tahun. Sayang sekali kalau tempat ini dibiarkan terus seperti sekarang. Harapannya pemerintah bisa segera memperbaiki fasilitasnya, supaya Pemandian Air Panas Cikundul kembali nyaman dan jadi kebanggaan warga Kota Sukabumi,” ujar Sabil.


Ia menilai, dengan pembenahan yang serius, kawasan wisata air panas Cikundul tidak hanya bisa kembali ramai, tetapi juga menghidupkan kembali perekonomian warga dan UMKM di sekitarnya. 


Hingga berita ini diturunkan, SagaraUpdate telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pariwisata Kota Sukabumi terkait kondisi Wisata Pemandian Air Panas Cikundul, termasuk penurunan jumlah wisatawan, kendala fasilitas kolam air dingin, serta rencana perbaikan dan revitalisasi kawasan wisata tersebut.


Namun demikian, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons, baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon seluler. Pihak redaksi masih membuka ruang klarifikasi dan akan memuat tanggapan resmi dari Dinas Pariwisata apabila telah diterima.

Penulis : Ajay 


Komentar

Tampilkan

Terkini