![]() |
| Pemuda bukan penonton demokrasi. Golkar Kabupaten Sukabumi mendorong Gen Z dan pemuda melek politik melalui pendidikan politik di Jalan Cikukulu. Dari literasi hingga partisipasi aktif, pemuda disiapkan menghadapi tantangan politik 2025 tanpa terjebak stigma negatif dunia politik. |
SUKABUMI — Partai Golkar Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang melek politik melalui kegiatan Pendidikan Politik bagi Gen Z dan Pemuda, yang digelar di Jalan Cikukulu, Hotel Agutsa Kabupaten Sukabumi. Program ini menjadi langkah strategis Golkar dalam membangun kesadaran politik sejak dini, sekaligus menyiapkan kader muda yang siap berpartisipasi aktif pada dinamika demokrasi tahun 2025 dan seterusnya.
Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan literasi politik, pemahaman sistem demokrasi, hingga mendorong partisipasi aktif pemuda dalam proses politik yang sehat, rasional, dan bertanggung jawab. Golkar menilai, generasi muda bukan sekadar objek politik, melainkan subjek penting dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Dede Nasihin, menegaskan bahwa pendidikan politik bagi pemuda merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi.
“Pemuda hari ini harus disiapkan bukan hanya untuk tahu politik, tetapi memahami politik secara utuh. Dari literasi, etika, hingga keberanian berpartisipasi aktif tanpa terjebak stigma negatif dunia politik,” ujar Deden Nasihin dalam pemaparannya.
Menurutnya, masih kuatnya stigma bahwa politik identik dengan konflik, pragmatisme, dan kepentingan sempit menjadi tantangan besar bagi keterlibatan pemuda. Melalui pendidikan politik yang berkelanjutan, Golkar berupaya mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan pemahaman bahwa politik adalah sarana pengabdian dan perjuangan kepentingan publik.
“Kami ingin pemuda Sukabumi melihat politik sebagai ruang kontribusi, bukan ruang yang harus dihindari. Tahun 2025 dan ke depan, peran Gen Z akan sangat menentukan,” tegasnya.
Dede juga menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberanian menyuarakan aspirasi secara konstruktif. Golkar, lanjutnya, membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses kaderisasi dan pengambilan peran strategis di masa depan.
Kegiatan pendidikan politik ini disambut antusias oleh para peserta yang berasal dari kalangan pemuda dan Gen Z di Kabupaten Sukabumi. Mereka tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga ruang diskusi interaktif seputar peran pemuda dalam demokrasi, tantangan politik modern, serta peluang keterlibatan aktif di tingkat lokal.
Melalui program ini, Partai Golkar Kabupaten Sukabumi berharap lahir generasi pemuda yang melek politik, berani terlibat, dan mampu menjadi agen perubahan, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi yang sehat di Kabupaten Sukabumi. (J)
