-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

  • Jelajahi

    Copyright © Sagara Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Diduga Bermasalah, Proyek Air Minum Rp1,4 Miliar Diprotes Warga Cibeureum

    Senin, 26 Januari 2026, Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T13:32:28Z
    Warga Cibeureum menyampaikan keluhan terkait dugaan kegagalan proyek air minum senilai Rp1,4 miliar dalam audiensi bersama Dinas PUTR Kota Sukabumi,


    SAGARAUPDATE.COM | SUKABUMIForum Warga Cibeureum Bersatu menggelar audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Senin (26/1/2026). Audiensi tersebut menyusul dugaan kegagalan proyek perluasan jaringan air minum yang dikerjakan oleh CV Rileq Konstruksi pada tahun anggaran 2025.

    Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran sebesar Rp1,472 miliar itu diperuntukkan bagi sekitar 300 kepala keluarga (KK) di wilayah Cibeureum. Namun, hingga kini warga menilai hasil pekerjaan belum optimal lantaran masih ditemukan kebocoran di sejumlah titik jaringan pipa.

    Ketua Forum Warga Cibeureum Bersatu, Dadang Jhon Hermawan, menegaskan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

    Audiensi Forum Warga Cibeureum Bersatu dengan Dinas PUTR Kota Sukabumi menjadi ruang dialog publik terkait transparansi, kualitas pekerjaan, dan tanggung jawab proyek air minum yang dibiayai Dana Alokasi Khusus.

    “Kami mempertanyakan kualitas pekerjaan CV Rileq Konstruksi. Sampai sekarang masih ada kebocoran di beberapa titik, padahal proyek ini ditujukan untuk melayani sekitar 300 KK,” ujarnya.

    Selain persoalan teknis, Dadang mengungkapkan bahwa audiensi juga dipicu oleh munculnya kecemburuan sosial di lingkungan warga. Pasalnya, dalam satu wilayah RW, yakni RW 6, terdapat tiga kegiatan pembangunan berskala besar dengan nilai anggaran masing-masing sekitar Rp500 juta, Rp600 juta, dan Rp1,5 miliar.

    “Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan kecemburuan sosial. Warga mempertanyakan mengapa kegiatan besar hanya terpusat di RW 6, sementara RW lain di Kelurahan Babakan tidak mendapatkan kegiatan serupa,” tambahnya.

    Forum Warga Cibeureum Bersatu juga meminta Dinas PUTR Kota Sukabumi tidak lepas tangan terhadap hasil pekerjaan proyek tersebut serta lebih responsif menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

    “Kami meminta Dinas PUTR bertanggung jawab dan menegur pihak pelaksana agar segera melakukan perbaikan setiap kali ada laporan kebocoran dari warga,” tegas Dadang.

    Senada, Sekretaris Forum Warga Cibeureum Bersatu, Denny Nurman, mendesak agar CV Rileq Konstruksi diberikan sanksi tegas.

    “Kami meminta perusahaan tersebut diblacklist dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) karena dinilai mengerjakan proyek yang kualitasnya tidak sesuai standar,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUTR Kota Sukabumi, Rinaldi, menjelaskan bahwa persoalan penentuan lokus proyek dipengaruhi oleh adanya miskomunikasi.

    “Mereka meminta kejelasan terkait pekerjaan. Mungkin ada miskomunikasi atau hal yang belum tersosialisasikan secara menyeluruh. Secara teknis sebenarnya sudah kami sampaikan,” ujarnya.

    Terkait kebocoran jaringan air minum, Rinaldi menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan kendala teknis dan tidak terjadi secara menyeluruh. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebocoran tersebut tetap menjadi tanggung jawab pengelola dan pelaksana proyek.

    “Monitoring sudah kami lakukan secara optimal. Jika ada kendala di lapangan seperti kebocoran, pelaksana tetap wajib melakukan pemeliharaan,” sambungnya.

    Rinaldi menegaskan bahwa seluruh saran dan masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.

    “Dinas PUTR akan terus merespons setiap keluhan yang disampaikan warga,” tandasnya.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Rileq Konstruksi memilih menolak untuk diwawancarai. (***)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini