-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

Iklan

Techonlogy

Jalan Baru Diperbaiki Rusak Lagi, Warga Gegerbitung Pasang Pohon Pisang

Senin, 12 Januari 2026, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T00:15:55Z
Warga menancapkan pohon pisang di ruas Jalan Cienggang, Desa Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, sebagai penanda darurat setelah jalan kembali amblas meski baru diperbaiki. Kerusakan diduga dipicu lalu lintas kendaraan proyek bertonase berat dan minimnya pengawasan, sementara pengguna jalan diminta ekstra waspada.



SAGARAUPDATE|SUKABUMI — Jalan Cienggang di Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi kembali amblas meski belum lama diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan pengguna jalan karena dinilai membahayakan keselamatan serta mengganggu aktivitas harian masyarakat.


Kerusakan jalan diduga kuat dipicu oleh intensitas kendaraan proyek bertonase berat yang kerap melintas tanpa pengaturan khusus. Truk tronton bermuatan puluhan ton disebut melintasi jalur yang secara struktur tidak dirancang untuk beban berat. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir semakin mempercepat kerusakan badan jalan.


Pantauan di lapangan menunjukkan lubang cukup dalam menganga di tengah badan jalan. Untuk menghindari kecelakaan, warga terpaksa menandai titik berbahaya tersebut dengan menancapkan pohon pisang sebagai rambu darurat.


“Kami terpaksa pasang tanda seadanya karena lubangnya dalam dan sering tidak terlihat, terutama saat hujan atau malam hari. Ini sangat berbahaya,” ujar tokoh masyarakat setempat, Ahmad Kusoy, Minggu (11/1/2026).


Kusoy mengungkapkan, sedikitnya empat pengendara sepeda motor telah mengalami kecelakaan akibat kerusakan tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden berulang ini menimbulkan keresahan dan kerugian bagi pengguna jalan.


“Sudah empat kali kejadian. Pengendaranya selamat, tapi motornya rusak. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa menelan korban jiwa,” tegasnya.


Selain mengancam keselamatan, lubang jalan yang amblas juga kerap menjadi genangan air dan berdampak langsung pada lingkungan permukiman warga di sekitarnya. Warga menilai perbaikan sebelumnya belum disertai pengawasan terhadap lalu lintas kendaraan berat.


“Kami bukan menolak pembangunan, tapi harus ada pengaturan. Jangan jalan desa dipaksa menahan beban tronton proyek,” kata salah seorang warga pengguna jalan.


Kepala Desa Gegerbitung, Dedi Saepulrohman, membenarkan bahwa kerusakan terjadi setelah jalan dilalui kendaraan proyek bertonase besar. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak menyalahkan Dinas PU, namun menyoroti lemahnya pengendalian kendaraan berat pascaperbaikan.


“Jalan ini memang baru diperbaiki. Namun setelah itu dilalui tronton proyek dengan muatan puluhan ton, sehingga kekuatan jalan tidak mampu menahan beban dan akhirnya amblas kembali,” jelas Dedi.


Terkait aksi warga menanam pohon pisang, Dedi menyebutnya sebagai bentuk spontanitas masyarakat demi keselamatan bersama.


“Itu murni inisiatif warga. Aspirasi dan keluhan masyarakat adalah hak publik, apalagi ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.


Pemerintah desa, lanjut Dedi, telah menyampaikan laporan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan meminta penanganan segera, termasuk evaluasi terhadap penggunaan jalan oleh kendaraan proyek.


“Kami berharap ada solusi konkret, bukan hanya perbaikan ulang, tapi juga pengaturan kendaraan bertonase berat agar kejadian serupa tidak terus terulang,” pungkasnya. (***)
Komentar

Tampilkan

Terkini