![]() |
| Viral bencana di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, memantik sorotan luas publik. Di tengah derita warga yang masih bertahan di lokasi terdampak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung pentingnya kecepatan dan ketepatan koordinasi pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Publik kini menanti langkah konkret Pemda Sukabumi agar pemulihan tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar hadir di lapangan. |
SAGARAUPDATE.COM | SUKABUMI — Kondisi warga terdampak bencana alam di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik setelah video keluhan korban viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan kondisi hunian warga pascabencana yang dinilai belum tertangani secara maksimal.
Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara. Dalam pernyataannya, Dedi menilai Bupati Sukabumi sebagai sosok yang baik hati, ramah, dan cekatan dalam bekerja. Namun di balik pujian itu, Dedi juga menyinggung pentingnya perbaikan koordinasi dan ketepatan mekanisme penanganan bencana antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Menurut Dedi, penanganan bencana tidak bisa hanya dilihat dari sisi kecepatan di lapangan, tetapi juga harus melalui proses administratif yang benar, mulai dari pendataan korban, pengusulan bantuan, hingga pencairan anggaran. Ia menegaskan, kesalahan alur koordinasi berpotensi menghambat percepatan bantuan bagi warga terdampak.
“Dalam sistem pemerintahan, penanganan bencana di daerah seharusnya diajukan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi sebelum ke pemerintah pusat, agar prosesnya lebih terarah dan tidak tumpang tindih,” ujar Dedi dalam pernyataan resminya.
Gubernur Jawa Barat juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi terus mendorong percepatan penanganan bencana di Sukabumi, termasuk melalui bantuan stimulan bagi warga yang rumahnya rusak berat serta rencana relokasi bagi permukiman yang dinilai rawan dan tidak aman untuk dihuni kembali.
Di sisi lain, Dedi menyoroti persoalan lingkungan sebagai akar masalah bencana yang kerap terjadi di wilayah Sukabumi. Ia mengingatkan pentingnya pengendalian alih fungsi lahan, perlindungan kawasan resapan air, serta penataan ruang yang berkelanjutan agar bencana serupa tidak terus berulang.
Viralnya keluhan warga Cidadap menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah akan perlunya komunikasi yang terbuka dan transparan kepada masyarakat. Informasi yang utuh terkait tahapan penanganan bencana dinilai penting agar tidak memunculkan persepsi kelalaian di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun diharapkan dapat mempercepat langkah nyata di lapangan, memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pendampingan yang layak, serta memperkuat koordinasi lintas pemerintahan demi pemulihan pascabencana yang lebih cepat dan berkeadilan. (***)
