Muchendra menegaskan, selama wisatawan membayar retribusi, maka negara melalui pemerintah daerah wajib hadir memastikan fasilitas dan standar keselamatan terpenuhi. Ia menyebut, persoalan kondisi fasilitas tidak bisa dipandang sepele, karena menyangkut keselamatan publik.
“Wisatawan yang datang itu bayar retribusi. Artinya kenyamanan dan keamanan harus dijaga. Jangan sampai masyarakat membayar, tapi fasilitas dan keamanannya diabaikan,” tegas Muchendra saat di konfirmasi wartawan sagaraupdate
Sebelumnya, Muchendra telah mendorong Dinas Pariwisata Kota Sukabumi agar segera melakukan pembenahan di kawasan Wisata Air Panas Cikundul, mengingat kunjungan wisata masih terus berlangsung meski kondisi sejumlah fasilitas menuai keluhan.
Ia juga menegaskan, apabila terjadi insiden atau kecelakaan di lokasi wisata, maka tanggung jawab utama berada pada Dinas Pariwisata sebagai pengelola.
“Kalau sampai terjadi kecelakaan, Dispar yang harus bertanggung jawab. Dan saya sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi akan meminta pertanggungjawaban langsung ke Dispar,” ujarnya dengan nada tegas.
Menurut Muchendra, pengelolaan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi kunjungan dan pemasukan retribusi, tetapi harus dibarengi dengan perawatan fasilitas, pengamanan area, serta pengelolaan risiko yang memadai.
Lebih lanjut, Muchendra mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi berencana akan melelang atau memihak-ketigakan pengelolaan Wisata Air Panas Cikundul dalam waktu dekat. Skema tersebut akan dilakukan melalui mekanisme mini kontes untuk mencari pihak pengelola yang dinilai mampu dan profesional.
“Dalam waktu dekat ini, insya Allah akan dipihak-ketigakan. Pemerintah Kota Sukabumi akan melakukan mini kontes untuk pengelolaan wisata Air Panas Cikundul,” jelasnya.
Ia berharap, dengan skema kerja sama pihak ketiga, pengelolaan Wisata Air Panas Cikundul bisa lebih optimal, profesional, serta mampu meningkatkan kualitas layanan tanpa mengabaikan aspek keamanan, kenyamanan, dan akuntabilitas.
Komisi II DPRD Kota Sukabumi, lanjut Muchendra, akan terus melakukan pengawasan agar pengelolaan wisata daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keselamatan pengunjung. (***)
