![]() |
| Suasana pemaparan materi dalam kegiatan Penguatan Kearifan Lokal dalam Upaya Pelestarian Lingkungan: Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa yang digelar Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi forum diskusi berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. |
SAGARAUPDATE.COM | SUKABUMI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kearifan Lokal dalam Upaya Pelestarian Lingkungan: Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa” yang berlangsung di Resto King Raos, Jalur Lingkar Selatan, Kampung Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat peran masyarakat menjaga kelestarian lingkungan melalui nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan budaya masyarakat.
Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari tokoh budaya, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga perwakilan pemerintah daerah. Mereka berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui pendekatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting sebagai identitas masyarakat Jawa Barat. Nilai-nilai budaya seperti gotong royong, hidup selaras dengan alam serta tanggung jawab sosial dinilai menjadi fondasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Konsep “Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa” juga dimaknai sebagai upaya menjadikan budaya lokal sebagai dasar dalam membangun Jawa Barat yang maju, berkarakter dan berkelanjutan. Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan tradisi, tetapi juga sebagai pedoman hidup masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk persoalan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Jawa Barat mendorong partisipasi aktif masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan di wilayah masing-masing. Sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat dan berbagai elemen sosial dinilai penting untuk menciptakan gerakan bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar unsur masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga nilai-nilai budaya yang sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Dengan penguatan kearifan lokal tersebut, diharapkan masyarakat Jawa Barat semakin memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan hidup, sekaligus melestarikan budaya sebagai identitas daerah dalam mewujudkan Jawa Barat yang istimewa dan berkelanjutan.
(Red)
