| Dok Sagara : Potret Istimewa |
SAGARAUPDATE.COM | SUKABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi menargetkan sosialisasi program Komunitas Pemuda Pelajar Masyarakat Berinfak Sedekah (KOPPIAH) dapat dituntaskan hingga tingkat desa pada Desember 2026.
Program tersebut didorong sebagai salah satu upaya memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mempercepat layanan bantuan sosial bagi masyarakat di tingkat lokal.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Afrizal, mengatakan dari total 381 desa dan kelurahan di Kabupaten Sukabumi, sosialisasi KOPPIAH sejauh ini baru menjangkau sekitar 90 desa.
Meski cakupannya belum menyeluruh, ia menilai respons dari sejumlah wilayah yang telah mendapatkan sosialisasi cukup positif.
“Kami menargetkan sosialisasi di lingkungan UPZ desa selesai Desember nanti. Diharapkan awal 2027 program KOPPIAH sudah berjalan optimal di seluruh wilayah,” ujar Afrizal, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, sejumlah desa yang telah menerima sosialisasi bahkan mulai melakukan penghimpunan dan penyetoran infak kepada BAZNAS.
KOPPIAH, lanjut Afrizal, diarahkan untuk memperkuat efisiensi pelayanan sosial masyarakat. Dengan penguatan gerakan infak dan sedekah di tingkat lokal, kebutuhan warga yang bersifat darurat diharapkan dapat lebih cepat direspons tanpa terbebani proses administrasi yang panjang.
“Program KOPPIAH ini bukan untuk BAZNAS atau UPZ semata, melainkan hadir untuk masyarakat Sukabumi. Kita ingin solusi cepat membantu warga tanpa birokrasi rumit,” tegasnya.
Untuk mengejar target hingga akhir 2026, BAZNAS Kabupaten Sukabumi mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintahan desa.
Afrizal menilai keterlibatan kepala desa beserta perangkatnya menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan di masing-masing wilayah.
“BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri. Kami sangat mengharapkan kolaborasi dari jajaran kepala desa agar kebermanfaatan program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan target sosialisasi selesai pada Desember 2026, BAZNAS berharap KOPPIAH dapat berkembang menjadi gerakan swadaya masyarakat yang memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempercepat akses bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Jika berjalan optimal, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berinfak dan bersedekah, tetapi juga memperkuat peran UPZ desa sebagai bagian dari pelayanan sosial di tingkat paling dekat dengan masyarakat. (RED)