![]() |
| Foto : Edit AI |
SAGARAUPDATE– Solidaritas terhadap sesama insan pers ditunjukkan para jurnalis di Sukabumi dengan menggelar doa bersama dan menyalakan lilin untuk mendoakan keselamatan rekan-rekan jurnalis yang tengah bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah insan pers dari berbagai organisasi kewartawanan, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta sejumlah jurnalis lainnya di Sukabumi.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk keprihatinan sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis yang masih berada di tengah situasi bencana. Para jurnalis Sukabumi berharap rekan-rekan mereka yang sedang menjalankan tugas jurnalistik diberikan keselamatan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Ketua IJTI Kota Sukabumi, Afit Haeruman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antarsesama jurnalis. Menurutnya, menjalankan tugas jurnalistik di wilayah bencana memiliki risiko yang sangat besar, terlebih kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
“Hari ini kami dari teman-teman jurnalis Sukabumi, PWI, IJTI, AJI, dan beberapa insan pers lainnya melakukan doa bersama. Kami juga menyalakan lilin sebagai bentuk harapan agar rekan-rekan jurnalis yang sedang bertugas melakukan peliputan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau diberikan keselamatan,” ujar Afit di halaman Gedung Djuang Sukabumi, Jumat (12/9/2026) malam.
Ia berharap para jurnalis yang hingga kini masih berada dalam situasi mengkhawatirkan dapat segera ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan dalam kondisi selamat.
Afit juga mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan para jurnalis yang tengah menjalankan tugas di lapangan.
“Mudah-mudahan mereka masih diberikan keselamatan dan masih ada harapan untuk bisa kembali lagi ke rumah. Kita tahu bahwa hari ini erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus terjadi. Semoga tim SAR juga berhasil menemukan mereka dalam kondisi selamat,” ungkapnya.
Menurut Afit, keselamatan menjadi harapan utama dalam situasi tersebut. Di satu sisi, para jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, mereka juga menghadapi kondisi lapangan yang penuh risiko saat menjalankan tugas di kawasan bencana.
Penyalaan lilin dan doa bersama tersebut sekaligus menjadi simbol solidaritas insan pers Sukabumi. Para jurnalis berharap proses pencarian terhadap rekan-rekan mereka terus dilakukan secara maksimal dan membuahkan hasil yang menggembirakan bagi keluarga maupun seluruh komunitas pers.
Aksi tersebut juga menunjukkan kuatnya ikatan kemanusiaan di antara para pekerja pers. Di balik tugas jurnalistik dalam mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, terdapat kepedulian terhadap keselamatan sesama jurnalis yang sedang berada di garis depan peliputan bencana.
Kegiatan doa bersama ditutup dengan harapan agar seluruh jurnalis yang sedang bertugas di kawasan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau senantiasa mendapatkan perlindungan, segera ditemukan, dan dapat kembali dengan selamat ke tengah keluarga.(***)
