-->
Sagara Update

SAGARAUPDATE.COM adalah portal berita modern yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya seputar peristiwa lokal hingga nasional. Selain menghadirkan konten berita, SAGARAUPDATE.COM juga menyediakan layanan podcast inspiratif, Event Organizer (EO) profesional, serta penyelenggaraan seminar media yang edukatif dan berkualitas. Menjadi pusat informasi dan kreativitas, SAGARAUPDATE.COM berkomitmen mendukung perkembangan dunia jurnalistik, edukasi, dan industri kreatif.

  • Jelajahi

    Copyright © Sagara Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Tak Cukup Pulangkan dari Timur Tengah, Yayasan Rusaida Bantu Yulianti Bangkit Secara Ekonomi

    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T06:45:18Z

     

    Foto : Ist

    SAGARAUPDATE — Upaya Yayasan Rusaida membantu Yulianti, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi yang sebelumnya terjebak dalam konflik geopolitik di Timur Tengah, kini memasuki tahap reintegrasi ekonomi.


    Setelah berhasil dipulangkan ke tanah air, Yayasan Rusaida mendorong Yulianti untuk kembali mandiri secara ekonomi melalui usaha warung yang dikelolanya di Kampung Tegal Koneng, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.


    Pembina Yayasan Rusaida, Yuyu Marliyah, mengatakan reintegrasi ekonomi menjadi salah satu langkah penting agar Yulianti dapat kembali memenuhi kebutuhan keluarganya tanpa harus kembali bekerja ke luar negeri, terlebih melalui jalur yang tidak resmi.


    "Untuk selanjutnya kita coba untuk reintegrasi ekonomi. Artinya, kita coba supaya Bu Yuli ini secara ekonomi bisa bangkit kembali tanpa harus bekerja ke luar negeri, terlebih menggunakan jalur ilegal," ujar Yuyu.


    Menurut Yuyu, Yulianti sebelumnya telah memiliki pengalaman mengelola warung selama sekitar empat tahun. Setelah kembali dari Timur Tengah, usaha tersebut kembali dibuka dengan dukungan Yayasan Rusaida.


    Sebagai bentuk pendampingan, Yayasan Rusaida menjadikan warung Yulianti sebagai warung mitra Koperasi Rusaida. Melalui skema tersebut, warung Yulianti dipenuhi barang dagangan oleh Koperasi Rusaida dengan nilai sekitar Rp20 juta.


    Dalam skema kemitraan itu, Yulianti cukup membayar harga modal barang kepada koperasi, sementara keuntungan dari penjualan menjadi hak Yulianti. Pola tersebut diharapkan dapat membantu menambah modal usaha sekaligus memberikan ruang bagi Yulianti untuk mengembangkan warungnya secara berkelanjutan.


    Namun, dukungan tersebut tidak hanya berupa tambahan barang dagangan. Yulianti juga diwajibkan mengikuti pelatihan Kasir Pintar sebagai bagian dari edukasi pengelolaan usaha.


    "Intinya kita mengajarkan agar tidak lebih besar pasak daripada tiang, agar warungnya bisa berkembang," kata Yuyu.


    Selain pelatihan pengelolaan keuangan dan kasir, Yayasan Rusaida juga akan memberikan motivasi kewirausahaan kepada Yulianti dan keluarganya. Pendampingan tersebut ditujukan agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.


    "Kita ingin Yulianti berhasil. Motivasi ini diberikan agar warungnya terus berkembang dan bisa menghidupi kebutuhan keluarga dari hasil warung," ujarnya.


    Yayasan Rusaida juga telah menyiapkan petugas yang akan melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap perkembangan warung Yulianti.


    Langkah ini dilakukan agar proses reintegrasi ekonomi berjalan dengan baik dan usaha tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.


    Sementara itu, Yulianti mengaku bersyukur karena kembali mendapat kesempatan untuk menjalankan usaha setelah pulang dari Timur Tengah.


    "Untuk warung saya sudah ada pengalaman selama empat tahun. Sekarang buka lagi setelah saya pulang dari Timur Tengah, dibantu oleh Yayasan Rusaida untuk tambahan modal warung berbentuk barang," kata Yulianti.


    Ia menilai perkembangan warungnya cukup baik meski baru kembali dibuka. Dengan adanya bantuan barang dagangan, jumlah produk yang tersedia di warungnya kini semakin beragam.


    "Progres warung insya Allah baik walaupun baru buka lagi. Tapi sekarang barang-barang jualannya lebih banyak," ujarnya.


    Yulianti juga mengapresiasi pelatihan penggunaan Kasir Pintar yang diberikan Yayasan Rusaida. Menurutnya, materi yang diberikan cukup mudah dipahami dan diharapkan dapat membantu dirinya mengelola transaksi usaha dengan lebih tertib.


    "Saat ini saya juga diberi edukasi menggunakan Kasir Pintar. Alhamdulillah materi yang diberikan bisa saya pahami. Insya Allah tidak ada kesulitan dalam menggunakannya," tuturnya.


    Yulianti menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Rusaida yang telah mendampinginya sejak proses pemulangan dari Timur Tengah hingga tahap pemulihan dan pemberdayaan ekonomi.


    "Saya ucapkan terima kasih untuk Yayasan Rusaida yang telah membantu saya sejak masa pemulangan, yang prosesnya cukup rumit, dan terima kasih untuk modal warungnya," pungkasnya.


    Sebelum memasuki tahap reintegrasi ekonomi, Yayasan Rusaida terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap kondisi Yulianti setelah tiba di tanah air pada 30 Juli 2026. Asesmen meliputi kondisi kesehatan fisik serta kondisi psikososial akibat pengalaman yang dialaminya selama berada di wilayah konflik.


    Yuyu menjelaskan, dari sisi medis kondisi Yulianti kini telah membaik. Luka pada kakinya yang sebelumnya menyebabkan kesulitan saat berdiri kini telah pulih sehingga ia dapat kembali beraktivitas secara normal.


    Sementara dari sisi psikososial, Yulianti sempat mengalami trauma yang berdampak pada kualitas tidurnya. Namun, setelah kembali berkumpul bersama keluarga, kondisinya berangsur membaik dan kini sudah dapat tidur dengan lebih tenang.


    Dengan dukungan kesehatan, psikososial, serta reintegrasi ekonomi tersebut, Yayasan Rusaida berharap Yulianti dapat menjalani kehidupan secara mandiri bersama keluarganya dan tidak kembali mengambil risiko bekerja melalui jalur ilegal di luar negeri. (***)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini